Dulu aku tidak pernah menyadari akan arti kehidupan... aku fikir hidup itu menyenangkan.. bisa mendapatkan apa yg kita inginkan, berjalan sesuai yang aku mau... sombong nya aku terhadap hidupku, seakan aku bs menentukan jalan hidupku sendiri, tak pernah aku peduli dengan nasehat orang yang ada disekelilingku.. pada akhirnya aku jatuh kedalam lubang yang cukup menyakitkan dalam hidupku...
hal itu yang menyadarkan aku bahwa hidup tak semudah yang ada dalam fikiranku... namun aku pun berusaha bangkit demi orang-orang yang aku cintai, dan ada satu ucapan dari seorang teman yang membuatku semangat untuk menjalanin kesempatan kedua dalam hidupku..."aku harus bisa dan aku pasti bisa" walaupun rintangan dan cobaan tak henti-hentinya datang menghampiriku aku harus bertahan karena aku sadar betapa sayang nya Allah kepadaku karena Allah ingin meruntuhkan kesombongan yang ada dalam diriku...
Hidup ini terkadang aneh tapi nyata... tak pernah kita tau apa yang akan terjadi dihari esok, sehebat apapun kita, sepintar, sekaya, dan sesukses apapun kita tak kan mampu untuk menentukan jalan hidup kita dimasa yang akan datang, hanya Allah yang tau apa yg benar-benar kita butuhkan untuk hidup kita nanti dan yakin apa yang Allah berikan itu pasti indah pada akhirnya...
teruskan membaca..... “
” »»
Total Tayangan Halaman
Mengenai Saya
- hida
- mensyukuri anugrah kehidupan yg dinikmati setiap hari adalah langkah yg baik utk melewati khdpan ini dg penuh kebahagian.Jika kejayaan dan kebahagian tdk ada yg konstan,mk kegagalan dan penderitaanpun demikian.semua akan berakhir n berganti dg yg baru."kegagalan tdk berhenti di kegagalan dy hny menumpang lewat saja dlm diri manusia"(billi s.lim)dan kata thomas alfa edison "banyak org yg gagal adlh org yg tdk mnyadari betapa dekatnya mrk dengan kesuksesan"
Selasa, 31 Mei 2011
Senin, 30 Mei 2011
Burgo Palembang
Bahan:
250 gr tepung beras
50 gr tepug sagu
1 sdm kapur sirih
250 ml air mendidih
500 ml air biasa
500 ml santan
3 lembar daun salam
garam secukupnya
250 gr ikan gabus, direbus, disuwir halus
bawang goreng secukupnya
Haluskan:
1/2 sdm ketumbar
2 sdm lengkuas
2 sdm kencur
1 sdm irisan bawang putih
1/2 sdm garam
50 gr kelapa parut
Cara Membuat:
1. Seduh sebagian tepung beras dengan 250 ml air mendidih. Aduk rata.
2. Tambahkan sisa tepung beras, sagu, garam, dan air kapur sirih serta air biasa.
3. Aduk hingga menjadi adonan
4. Buat dadar tipis-tipis, angkat lalu digulung. Potong-potong, sisihkan
5. Rebus bumbu yang telah dihaluskan dengan santan bersama daun salam.
6. Masukkan daging ikan yang sudah disuwir halus. Setelah mendidih, angkat
7. Hidangkan burgo dengan potongan dadar, lalu disiram dengan kuah ikan. Taburi bawang goreng
teruskan membaca..... “Burgo Palembang” »»
250 gr tepung beras
50 gr tepug sagu
1 sdm kapur sirih
250 ml air mendidih
500 ml air biasa
500 ml santan
3 lembar daun salam
garam secukupnya
250 gr ikan gabus, direbus, disuwir halus
bawang goreng secukupnya
Haluskan:
1/2 sdm ketumbar
2 sdm lengkuas
2 sdm kencur
1 sdm irisan bawang putih
1/2 sdm garam
50 gr kelapa parut
Cara Membuat:
1. Seduh sebagian tepung beras dengan 250 ml air mendidih. Aduk rata.
2. Tambahkan sisa tepung beras, sagu, garam, dan air kapur sirih serta air biasa.
3. Aduk hingga menjadi adonan
4. Buat dadar tipis-tipis, angkat lalu digulung. Potong-potong, sisihkan
5. Rebus bumbu yang telah dihaluskan dengan santan bersama daun salam.
6. Masukkan daging ikan yang sudah disuwir halus. Setelah mendidih, angkat
7. Hidangkan burgo dengan potongan dadar, lalu disiram dengan kuah ikan. Taburi bawang goreng
teruskan membaca..... “Burgo Palembang” »»
Langganan:
Komentar (Atom)